Saat gempa bumi atau banjir memutus seluruh jaringan seluler, Sandya membantu posko mendata ribuan pengungsi, memilah korban kritis dengan triase 4 warna internasional, mengontrol stok sembako agar tidak dobel ambil, dan mempertemukan keluarga yang terpisah—seluruhnya beroperasi secara mandiri di komputer atau ponsel Anda tanpa internet.
Klik kartu pasien di bawah untuk memeriksa tanda vital, resep obat, atau memindahkan prioritas.
Cedera dada tertimpa reruntuhan, sesak napas akut (RR 34x/menit)
Fraktur tertutup lengan kanan bawah, nyeri sedang
Luka lecet di lutut dan telapak kaki, sadar penuh
Trauma kepala berat di lokasi reruntuhan, pupil dilatasi maksimal, henti napas
Sebagian besar aplikasi modern gagal saat bencana karena mengasumsikan sinyal seluler selalu aktif, server cloud selalu terhubung, dan pasokan listrik selalu menyala.
Sandya dibangun dengan filosofi zero-infrastructure: seluruh data dan logika komando tersimpan permanen di memori perangkat posko Anda.
Saat gempa dahsyat atau tanah longsor terjadi, tiang seluler roboh dan aliran listrik terputus. Aplikasi yang mewajibkan login Google atau server online seketika macet di layar putih dan tidak dapat dibuka.
Pencatatan beras, selimut, dan obat di atas kertas mudah hancur terkena hujan dan lumpur. Warga bisa mengantre di dua posko berbeda dan mengambil bantuan dobel, sementara posko terpencil kehabisan persediaan pokok.
Di jam-jam pertama evakuasi, korban reruntuhan berdatangan serentak sementara tenaga medis sangat terbatas. Tanpa pemilahan terstruktur, korban dengan henti napas atau pendarahan masif bisa terlambat ditangani.
Anak dan orang tua terpisah saat menyelamatkan diri. Warga harus berjalan kaki menembus jalanan rusak dari satu posko ke posko lain hanya untuk mengecek nama kerabat di papan pengumuman.
Sandya memadukan jalur transmisi nirkabel lokal, pemindaian visual optik, dan lembaran fisik agar informasi posko tetap mengalir meski seluruh koneksi luar terputus.
Ponsel dua relawan bertukar paket data pengungsi, rekam medis, dan mutasi stok secara otomatis saat mereka berpapasan dalam jarak 15–30 meter, tanpa perlu memasangkan (pairing) perangkat atau memasukkan sandi.
Layar ponsel memancarkan rangkaian barcode berkecepatan tinggi. Kamera ponsel kedua cukup menyorot layar tersebut selama 6 detik untuk menyalin puluhan data warga dan resep obat seketika tanpa kabel data.
Daftar warga dapat dicetak menjadi selembar poster barcode untuk ditempel di papan posko. Berkat perhitungan cadangan khusus (Reed-Solomon), kamera tetap membaca data utuh meski poster tergores atau sobek 30%.
Saat tim posko tiba di area yang memiliki sambungan satelit atau kembali ke jangkauan seluler, seluruh mutasi otomatis terkirim ke markas BPBD tanpa ada risiko data tertimpa atau hilang.
Aplikasi mandiri untuk laptop posko dan ponsel relawan. Siap pakai 100% tanpa internet.